Selasa, 21 April 2015

[belajar] AGAR-AGAR dan PUDING, apa bedanya ya......??? #akuingintahu

Assalamu’alaikum….
 
                                                Puding Ubi Ungu, resep belum dipost
  
Puding dan agar2 jelas dua kata yang berbeda, mungkin cuma saya yang bingung perbedaanya, yang saya tau agar2 adalah makanan yang terbuat agar2 bubuk, sedangkan puding adalah agar2 yang dimasak dengan tambahan susu atau santan. Setelah belajar membuat beberapa resep puding, saya jadi penasaran tentang perbedaan definisi agar2 dan puding yang sebernarnya.
Oke, malam ini, sambil nunggu Ataya yang belum ngantuk, saya browsing tetang hal ini, semoga dapat ilmu tambahan yang bermanfaat. Biar tidak rancu, saya copas definisi keduanya dari satu sumber saja, Wikipedia.

AGAR-AGAR
ü  Agar-agar, agar atau agarosa adalah zat yang biasanya berupa gel yang diolah dari rumput laut atau alga
ü  Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Agar-agar dapat dibentuk sebagai bubuk dan diperjualbelikan.
ü  Kegunaan agar2 :
a.    Apabila dilarutkan dalam air panas dan didinginkan, agar-agar bersifat seperti gelatin sebagai pengental sup, puding (jelly), campuran es krim, anmitsu (di Jepang)
b.    mengandung serat (fiber) lunak yang tinggi dan kalori yang rendah untuk membantu melancarkan pembuangan sisa-sisa makanan di usus (laksatif)
c.    agar-agar juga digunakan secara luas di laboratorium sebagai pemadat kemikalia dalam percobaan, media tumbuh untuk kultur jaringan tumbuhan dan biakan mikroba, dan juga sebagai fase diam dalam elektroforesis gel.
          Sumber artikel dapat dilihat  disini.




                                                     Puding Mangga. resep belum dipost
PUDING
ü  Puding adalah nama untuk berbagai hidangan penutup yang umumnya dibuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Istilah puding juga dipakai untuk berbagai jenis pai berisi lemak hewan, daging, atau buah-buahan yang dipanggang.
ü  Puding dengan bahan baku susu (yogurt), tepung maizena, tapioka, atau telur dihidangkan setelah didinginkan lebih dulu. Puding seperti ini rasanya manis dengan perisa coklat, karamel, vanila, atau buah-buahan. Puding agar-agar dibuat dengan mencampur agar-agar bersama susu, tepung maizena, atau telur kocok. Puding agar-agar sering dihidangkan dengan saus yang disebut vla. Tepung puding instan memudahkan orang membuat puding karena hanya perlu dicampur susu atau air panas.
                                                Puding Pepaya, resep belum dipost
   
ü  Di Indonesia terdapat berbagai jenis puding rasa tradisional yang memakai kelapa muda, gula merah, santan, tapai ketan hitam, atau campuran daun suji dan daun pandan. Buah-buahan yang dipakai untuk puding misalnya: jeruk, nanas, sirsak, mangga, atau markisa.
ü  Berdasarkan bahan dan cara memasaknya, puding terdiri dari dua jenis:
Sumber artikel dapat dilihat disini.

   
                                               Puding Serut, resep dapat dilihat disini


Semoga bermanfaat…
Wassalamu’alaikum…
 
 

KEMBANG GOYANG cemilan kriuuuuuk,,,,,

Assalamu’alaikum….



Menstabilkan semangat untuk konsiten menulis ternyata tetap tidak mudah, terutama buat yang aslinya memang tidak suka menulis seperti saya. Tapi saya akan berusaha supaya blog ini tidak maceeeeet. Semangaaaaaaaaaat …

Saat ini saya akan posting resep kue tradisional kembang goyang. Cemilan kriuuuk ini merupakan kegemaran suami saya. Biasanya ibu mertua beli dalam jumlah banyak trus sebagian dibawakan ke Madiun. Sering juga kita membeli di toko oleh-oleh Madiun, Tamansari, untuk cemilan di rumah. Karena itulah terpikir untuk coba membuatnya sendiri.

Bahan kue ini cukup mudah didapat, alat yang digunakan pun banyak dijual di took perabotan, saya membelinya di pasar besar Madiun harganya Rp.7000 atau Rp.8000. Bentuk bunganya juga beragam, karena belum pengalaman, waktu itu asal beli ajah tanpa berpikir kalau di took yang laen ada banyak bentuk bunganya, tapi tak mengapa yang penting tetap bermanfaat, Alhamdulillah…

Ada banyak resep kembang goyang di internet dengan berbagai modifikasi resep yang berbeda. Pertama kali mencoba, saya menggunakan resep ini. Saya tertarik karena pada judulnya tertulis antigagal, hehehe, hasilnya enak, kriuuk, tapi adonan terlalu encer hingga hasilnya sangat tipis dan mudah remuk. Alhamdulillah tetap ludes dimakan bertiga. Hasilnya seperti foto dibawah ini.



 
Percobaan kedua dan seterusnya saya menggunakan resep dari Grup Facebook Dapur Sehat Ibu, resep ibu Fah Umi Yasmin (dari mamataro.com). Dari komentar yang ada, hasil dari resep ini cukup meyakinkan, dan ternyata memang enak, tebalnya cukupan, mudah lepas dari cetakan juga. Resep aslinya dapat dilihat disini  dan hasilnya seperti foto diawal postingan ini. Berikut resep lengkapnya :


KEMBANG GOYANG
Bahan :
ü  100 gram tepung terigu
ü  100 gram tepung beras
ü  50 gram gula
ü  2 butir telor, ukuran sedang
ü  1/2 butir kelapa { untuk 175 ml santan encer }
ü  1/4 sdt garam { kalo mau agak asin 1/2 sdt }
ü  Minyak untuk menggoreng

Cara membuat
1.     Campurka tepung terigu, tepung beras, gula, santan, telur dan garam, aduk sampai rata.
2.     Panaskan minyak, celupkan cetakan kembang goyang pada minyak panas, kemudian celupkan pada adonan hingga rata tanpa bagian atasnya, masukkan kembali dalam minyak panas. Goyang-goyang cetakan agar adonan kue lepas, goreng hingga kecoklatan dan tiriskan.
3.    Goreng hingga adonan habis, dan siap dinikaati

Tips membuat kembang goyang :
1.     Pakai minyak yang banyak, hingga bs muat 2 atau 3 buah, untuk menghemat waktu
2.    Selalu celupkan cetakan ke minyak panas sebelum dimasukkan ke adonan.
3.    Aduk2 terus adonan agar todak menggumpal, kalau menggumpal hasilnya tidak bisa renyah
4.    Sebagian hasil kembang goyang yang sudah dingin, segera masukkan stoples dan ditutup rapat agar tidak mlempem

Selamat mencoba….
Wassalamu’alaikum…

Jumat, 27 Maret 2015

PUDDING SERUT

Assalamu’alaikum…

Kali ini saya ingin share resep pudding serut, sebenarnya bingung pudding  ini namanya apa, tapi karena membuatnya saya serut pake serutan kasar buat rujak serut, jadi sebut saja rujak serut. Beberapa kali membaca resep yang serupa dengan ini. Ada  yang menyebut pudding serabut cinta, karena bentuk serutannya halus dan warnanya yang mencolok. Ada yang pudding cincau, karena pake campuran cincau yang diserut. Niatnya meniru ala-ala mereka ini, tapi jadinya lain, warnanya kalem banget dan serutannya besar-besar.

Pudding ini jadi salah menu ketika dirumah saya ketempatan arisan tanggal 8 Maret kemaren, buatnya dadakan juga. Rasa dan bentuk belum sempurna seperti bayangan saya, tapi lumayanlah. Bapak2 dan ibu2 juga tertarik nyicipi, Alhamdulillah….
Langsung ke resep ajah ya….

PUDDING SERUT
Bahan 1:
ü  1 bungkus agar2 merah/hijau/warna lainnya
ü  400 ml air
ü  5 sdm gula
Bahan 2 :
ü  1 bungkus agar2 putih
ü  1 bungkus kara kecil (bisa diganti santan asli)
ü  600 ml air
ü  7 sdm gula (bisa ditambah bila kurang manis)
ü  ¼ sdt garam

Cara membuat :
1.     Campur semua bahan 1, aduk hingga rata, didihkan dengan api kecil
2.    Bila uap agar2 sudah berkurang, tuang dalam mangkok, simpan di lemari es kurang lebih 1 jam, hingga padat
3.    Keluarkan  agar2 yang sudah padat, potong beberapa bagian, serut menggunakan serutan rujak serut hingga habis
4.    Campur bahan 2 hingga rata, didihkan dengan api kecil sambil diaduk agar santan tidak pecah
5.    Diamkan sejenak agar uap berkurang
6.    Masukkan serutan agar dalam agar putih, aduk sedikit agar tercampur
7.    Tuang dalam cetakan agar yang telah dibasahi, agar nantinya mudah dikeluarkan dari cetakan, tidak perlu diaduk lagi, serutan agar tidak mengendap di dasar tapi tetap tercampur rata
8.    Masukkan dalam lemari es hingga padat
9.    Pudding siap dinikmati

Oia, pudding saya yang berwarna merah menggunakan santan dari kelapa asli, sedangkan yang hijau menggunakan kara. Rasa hamper sama, hanya saja yang menggunakan santan asli baunya lebih segar.
Selamat mencoba…
Wassalamu’alaikum….



Kamis, 26 Maret 2015

WECI khas MALANG ala Ajeng....


Beli gorengan, tak lengkap rasanya tanpa weci. Yah,,,bagi kami warga Malang gorengan enak ini namanya weci. Ternyata ada berbagai sebutan di daerah lain, seperti bala-bala (Sunda), ote-ote (Surabaya), bakwan, dan entah apalagi….
Membuat makana ini ternyata cukup simpel, tapi untuk mendapatkan rasa yang mirip dengan tukang gorengan belum saya dapatkan, tentunya yang tanpa MSG atau penyedap rasa tambahan lainnya. Suatu ketika saya ngobrol dengan teman SMA saya, Ajeng, dan menanyakan resep dia membuat weci. Menurut dia bumbunya brambang, bawang, miri, tumbar. Awalnya agak bingung c, kok nggak pake merica ya, padahal say abaca diresep2 yang di internet kebanyakan memakai bawang putih dan merica. Ah….daripada penasaran ya dicoba aja, enak Alhamdulillah, nggak enak ya buat pengalaman.
Weci dengan resep ini rasanya enak, gurih meski tanpa penyedap rasa, suami saya suka (emang doyan gorengan ya, hhehehehe…), tapi teksturnya kurang kriuuuuk, nggak seperti yang biasanya beli. Pernah saya campuri tepung beras, hasilnya nggak jauh beda. Mungkin perbandingannya yang kurang pas.
Oia, membuat weci ini menggungan sendok sayur khusus supaya bentunya seperti mangkok kecil, alatnya ini murah kok, saya beli sekitar 4000an. Saran saya kalau membeli sendok weci, pilih yang pegangannya dari kayu, biar sewaktu menggoreng tidak panas dipegang.
Langsung saja ke resep ya,,,,yuk,,,,

WECI
Bahan :
ü  1 buah wortel ukuran sedang, dikupas dan diserut kasar
ü  1 genggam kecambah panjang atau toge, dipotong2 biar tidak terlalu besar (bisa diganti kol)
ü  1 tangkai daun bawang, dirajang
ü  7 sdm tepung terigu
ü  2 sdm tepung beras
ü  200 ml air (bias disesuaikan dengan adonannya)
ü  Bias ditambah udang, ebi, kacang tanah atau yang lain bila suka
Bumbu halus :
v  3 siung bawang merah
v  2 siung bawang putih
v  2 butir kemiri
v  ½ sdt ketumbar
v  ½ sdt garam (sesuai selera)
v  ¼ sdt gula (sesuai selera)
Cara Membuat :
1.     Campur semua bahan dan bumbu halus hingga rata
2.    Ditambahkan air hingga adonan tidak kental juga tidak cair, cukupan, icipi rasanya
3.    Letakkan sendok weci diatas wajan, tuangi minyak, nyalakan kompor hingga minyak panas
4.    Ambil satu sendok sayur adonan, tuang ke sendok wedi yang uda direndam minyak, taruh dalam wajan hingga terendam minyak. Tunggu beberapa saat hingga weci lepas dari sendok cetakannya, balik dan tunggu hingga matang kecoklatan kemuadian diangkat
5.    Lakukan hal yang sama hingga adonan habis
6.    Weci siap dinikmati

Weci ini sangat nikmat apabila ditemani cabe hijau, diklethusssss,hmmmmm…. Atau bias juga dengan petis yang agak pedes,wuiiiiiih,,,mantabs…Membuat petisnya sendiri bisa dibuat dengan sederhana sebagai berikut :
Bahan :
ü  1 sdm petis
ü  ¼ sdt garam
ü  1 siung bawang putih
ü  ½ buah cabe merah
ü  3 buah cabe rawit (tergantung selesa pedasnya)
ü  100 ml air
Cara Membuat :
v  Haluskan semua bahan dan campur dengan air, icipi apakah rasanya sudah pas
v  Masukkan dalam panic kecil
v  Nyalakan api kecil sambil diaduk hingga adak mengental
v  Angkat dan tuang dalam mangkok
v  Siap dinikmati

Selamat mencoba, semoga resepnya disukai

Wassalamu’alaikum…..